LAYANAN SELF SERVICE PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
LAYANAN SELF SERVICE PADA
PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
Oleh
: Winda Wulandari
Abstrak :
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Pasal 24 Ayat ke 3
menyatakan bahwa perguruan tinggi mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi
informasi dan komunikasi. Pelayanan sebagai salah satu tugas perpustakaan
Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk mewujudkan visi dan misi perpustakaan
menjadikan pelayanan sebagai elemen penting untuk selalu ditingkatkan
kualitasnya sesuai dengan dimensi pelayanan yang ada. Salah satu pelayanan
perpustakaan yang berhubungan langsung dengan pengguna dan sering digunakan
oleh pengguna adalah layanan sirkulasi, sehingga pelayanan sirkulasi dituntut
untuk senantiasa memberikan layanan yang serba cepat.
A. Pendahuluan
Saat ini perpustakaan ada yang menerapkan layanan
sirkulasi dengan bantuan pustakawan, namun ada juga peprustakaan yang
menerapkan layanan sirkulasi dengan sistem layanan mandiri (self service). Peprustakaan yang
menerapkan sistem layanan mandiri ini akan sangat berbeda manajemennya dengan
sistem layanan yang dilayani oleh pustakawan. Pelayanan sirkulasi di
Perpustaaan Universitas Negeri Medan (UNIMED) menggunakan sistme otomasi dalam
melaksanakan kegiatannya khususnya adanya layanan mandiri yang dapat dipakai
pengguna secara langsung karena pada dasarnya pelayanan sirkulasi memerlukan
sistem yang efisien dan mudah dijalankan agar pengguna dapat melakukan
transaksi dengan cepat, tepat, dan akurat yang pada akhirnya mampu meningkatkan
tingkat evektifitas layanan. Pada peminjaman, pengembalian, dan pengamanan
perpustakaan universitas negeri medan ini menggunakan teknologi RFID (Radio
Frequensi Identification) berbasis teknologi informasi dimana layanan menitik
beratkan pada penggunaannya sendiri dengan proses yang sangat cepat.
Perkembangan RFID (Radio Frequensi Identification) menjadi primadona
perpustakaan dalam menjaga keamanan dari koleksi perpustakaan dan dari hal-hal
yang dapat merugikan peprustakaan itu sendiri.
1. Layanan mandiri
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata layanan berarti perihal cara melayani,
sedangkan mandiri adalah keadaan dapat berdiri sendiri, tidak bergantung kepada
orang lain. Jadi layanan mandiri
merupakan layanan yang dilakukan oleh dan untuk diri sendiri tanpa bantuan
orang lain atau tidak bergantung pada orang lain. Layanan mandiri bukan saja
menyangkut mesin peminjaman/pengembalian mandiri, tetapi juga bisa menyangkut
pendaftaran anggota secara mandiri.
Pada
dasarnya melakukan peminjaman maupun pengembalian secara mandiri baik yang
berbasis barcode, RFID ataupun keduanya mempunyai cara yang sama atau tidak.
Adapun langkah-langkah untuk melakukan peminjaman dan pengembalian dengan
layanan mandiri, sebagai berikut :
1. Pemustaka
mengambil koleksi yang akan dipinjam
2. Pilih
pinjam atau peminjaman pada desktop
3. Melakukan
scan kartu anggota dengan barcode atau RFID
4. Meletakan
buku pada RFID reader atau melakukan scan pada barcode buku satu persatu
5. Pilih
keluar
6. Bukti
peminjaman akan keluar dari printer
Sedangkan untuk melakukan pengembalian
langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Pilih
tombol kembali atau kembalikan pada desktop
2. Letakkan
buku pada RFID atau lakukan scan pada barcode buku
3. Tunggu
sampai daftar buku yang dipinjam muncul dilayar
4. Pilih
keluar
5. Tunggu
hingga struk pengembalian keluar.
Berdasarkan pembahasan diatas layanan
mandiri pada perpustakaan unimed, bisa berarti peminjaman, pengembalian buku
yang dilakukan oleh penguna sendiri tanpa bantuan pustakawan atau pun layanan
perpustakaan lainnya yang tidak berbantuan petugas. Pada layanan mandiri,
pemustaka yang ingin melakukan peminjaman atau pengembalian buku cukup datang
kemesin layanan mandiri tanpa harus kebagian sirkulasi. Pada beberpa
perpustakaan yang sudah menerapkan bookdrop, pemustaka bisa mengembalikan buku
walaupun perpustakaan sudah ditutup. Biasanya bookdrop diletakkan didepan
gedung perpustakaan sehingga pengunjung dapat mengembalikan buku tanpa masuk ke
dalam gedung perpustakaan.
a. Layanan Peminjaman
Mandiri (Self Service Check-Out)
Layanan
peminjaman mandiri (self service
check-out) adalah layanan yang disediakan bagi pengguna yang ingin meminjam
koleksi perpustakaan. Sesuai dengan namanya, layanan peminjaman koleksi
peprustakaan ini dilakukan oleh masing-masing pengguna secara individu melalui
interaksi dengan mesin. Berbeda dengan peminjaman koleksi secara manual yang
masih dibantu dengan interaksi antara pengunna dengan pustakawan.
Peminjaman
koleksi dilakukan dengan menggunakan mesin layanan mandiri (self service machine) dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID).
Pada mesin ini menampilkan instruksi pada layar untuk memandu pengguna.
Kemudian mesin mengeluarkan slip (receipt)
peminjaman yang dapat disimpan pengguna untuk referensi ketika ingin mengetahui
batas waktu peminjaman.
b. Layanan Pengembalian
Mandiri (Self Service Check-In/returns)
Layanan ini telah disediakan bagi
pengguna yang ingin mengembalikan koleksi perpustakaan yang telah dipinjam.
Sesuai dengan namanya, layanan pengembalian koleksi perpustakaan ini dilakukan
oleh masing-masing pengguna secara individu melalui interaksi dengan mesin.
Pengembalian koleksi secara mandiri (self
service machine) dengan teknologi Radio
Frequency Identification (RFID). Mesin akan menampilkan instruksi pada
layar untuk memandu pengguna, kemudian mesin mengeluarkan slip (receipt) pengembalian yang dapat
disimpan pengguna untuk referensi.
2. Security Gate
Security Gate merupakan alat
keamanan pada perpustakaan untuk mencegah pencurian koleksi. Alat ini berbentuk
gerbang pada pintu keluar masuk perpustakaan yang dapat mendeteksi adanya
koleksi yang dibawa keluar tanpa dipinjam terlebih dahulu dengan berbunyi
alarm.
Penyebutan berbasis RFID dikarenakan
pengguna RFID pada koleksi perpustakaan dan kartu anggota. Adapun hardware yang
digunakan untuk sistem layanan ini, yaitu PC (Personal Computer), RFID Reader,
printer struk bukti pinjam/kembali, dan security gate untuk keamanan koleksi.
Selanjutnya ada kendala-kendala pada penerapan peminjaman dan pengembalian
berbasis RFID ini yaitu :
3. Kendala dan upaya
peminjaman dan pengembalian pada layanan mandiri
Kendala-kendala
yang dihadapi oleh perpustakaan Universitas Negeri Medan yaitu terjadi eror
baik pada mesin peminjaman maupun pengembalian, kelalaian pemustaka saat menggunakan
mesin, pemadaman listrik dan pengguna sama sekali belum perna menggunakan
layanan mandiri
Untuk upayanya sendiri perpustakaan sudah secara
cepat menugaskan IT untuk mengecek kesalahan pada mesin, pustakawan akan
memberitahukan kepada pemustaka saat melakukan kesalahan, menggunakan genset
untuk pemadaman listrik.
Kesimpulan
Berdasarkan
uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa perpustakaan Universitas Negeri
Medan sudah menggunakan layanan mandiri, yang mana layanan ini terdiri dari
peminjaman dan pengembalian buku mandiri yang mudah dipelajari, namun juga
hampir setengahnya menyatakan menggunakan layanan ini tidak mudah dikarenakan
beberapa faktor salah satunya pengguna yang mengaku baru pertama kali
menggunakannya, kemudian efisiensi yang mna transaksinya tidak memakan banyak
waktu, dan kepuasan yang mana dengan layanan mandiri ini pengguna sudah tidak
merasa kerepotan mencatat tanggal peminjaman ataupun pengembalian buku.
Saran
Untuk
sarannya sendiri layanan mandiri di perpustakaan Universitas Negeri Medan ini
lebih memperhatikan kendala-kendala yang timbul, agar pengguna merasa puas
dengan layanan yang diberikan.
Daftar
Pustaka
Dempsey, Beth. 2010. “State of Self-Service”, journal library
Meylan Sihombing, 2017. “Layanan
Mandiri Perpustakaan Universitas Negeri Medan (UNIMED), (Skripsi), Jurusan Ilmu
Perpustakaaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara
Simple dan jelas, bagus bgt kak informasinya
BalasHapusJelas banget, kerenn 😅
BalasHapusLnjutkan berkarya 💪💪 Semangat
BalasHapusPadat dan jelas, lanjutkan menyebarkan informasi
BalasHapusSangat detail kak. Suka sama tulisannya
BalasHapus