Jenis-jenis Bahan Cetak dan Non Cetak
JENIS-JENIS DAN CONTOH BAHAN AJAR CETAK DAN NON CETAK
Pengelompokkan
bahan ajar berdasarkan jenisnya dilakukan dengan berbagai cara oleh beberapa
ahli mempunyai justifikasi sendiri-sendiri pada saat pengelompokannya. Heinich,
dkk (1996) mengelompokkan jenis bahan ajar berdasarkan cara kerjanya dalam 5
(lima) kelompok besar yaitu:
a. Bahan
ajar yang tidak diproyeksikan seperti foto, diagram, display, model
b. Bahan
ajar yang diproyeksikan, seperti slide, film strips, overhad, trasfarenceis,
proyeksi computer
c. Bahan
ajar audio, seperi kaset dan compact disc
d. Bahan
ajar video dan film;
e. Bahan
ajar (media) komputer, misalnya computer
mediated instruction, computer based multimedia atau hypermedia.
Berdasarkan
penjelasan diatas dapat dikelompokkan bahan ajar dalam 2 (dua ) kelompok besar,
yaitu jenis bahan ajar cetak dan bahan ajar non cetak :
1. Bahan
ajar cetak
Bahan ajar cetak adalah
sejumlah bahan yang disiapkan dalam kertas, yang dapat berfungsi untuk
keperluan pembelajaran atau penyampaian informasi. Saat ini bahan ajar cetak
masih menjadi bahan ajar yang sangat baku untuk dipergunakan secara luas di
sekolahsekolah. Bahan ajar cetak pada umumnya digunakan baik oleh guru maupun
siswa, dan saat ini produksi dan penggandaannya dapat dilakukan langsung oleh
sekolah-sekolah dengan menggunakan mesin cetak, mesin fotokopi ataupun mesin
duplikator. Fasilitas dan sarana untuk mengembangkan bahan ajar cetak saat ini
secara praktis tersedia di sekolah-sekolah. Dari sudut pembelajaran, bahan ajar
cetak lebih unggul dibanding bahan ajar jenis lain. Hal ini karena bahan ajar
cetak merupakan media yang sangat canggih dalam hal mengembangkan kemampuan
siswa untuk mampu belajar tentang fakta dan mampu mengerti prinsip-prinsip umum
dan abstrak dengan menggunakan argumentasi yang logis
Di samping memiliki
beberapa kelebihan seperti di atas, bahan ajar cetak pun tak luput dari
kelemahan atau kekurangan. Kekurangannya antara lain adalah tidak mampu
mempresentasikan gerakan, penyajian materi dalam bahan ajar cetak bersifat
linear, tidak mampu mempresentasikan kejadian secara berurutan, diperlukan
biaya yang tidak sedikit untuk membuat bahan ajar cetak yang bagus dan
dibutuhkan kemampuan membaca yang kuat dari pembacanya. Terakhir, kelemahan
utama dari bahan ajar cetak adalah sulit memberikan bimbingan kepada pembacanya
yang mengalami kesulitan memahami bagian tertentu dari bahan ajar cetak
tersebut dan sulit memberikan umpan balik untuk pertanyaan-pertanyaan yang
diajukannya terutama pertanyaan yang memiliki banyak jawaban atau yang
membutuhkan jawaban yang kompleks dan mendalam, yang termasuk kategori bahan
ajar cetak
2. Bahan
ajar non cetak
a. Bahan
ajar display
Jenis bahan ajar
display agak berbeda sifat dan karakteristiknya dengan jenis bahan ajar cetak
maupun noncetak karena isinya meliputi semua materi tulisan ataupun gambar yang
dapat ditampilkan di dalam kelas, kelompok kecil ataupun siswa secara
perorangan tanpa menggunakan alat proyeksi. Pada umumnya, bahan ajar jenis
display ini digunakan oleh guru pada saat ia menyampaikan informasi kepada
siswanya di depan kelas. Contoh-contoh jenis bahan ajar display dalam modul ini
di antaranya adalah flipchart, adhesive, chart, poster, peta, foto, dan realia.
b. Overhead
Transparencies (OHT)
Overhead Transparencies
(OHT) merupakan salah satu jenis bahan ajar noncetak yang tidak memasukkan
unsur-unsur gerakan dan biasanya berupa imej tekstual dan grafik dalam lembar
transparan yang dapat dipresentasikan di depan kelas atau kelompok dengan menggunakan
Overhead Projector (OHP). OHT sangat populer dan banyak digunakan guru dalam
program pembelajaran, terutama bermanfaat untuk bermacam-macam pembelajaran
kelompok, dan juga memungkinkan siswa untuk belajar mandiri.
c. Audio
Program audio adalah semua sistem yang menggunakan sinyal radio secara langsung
yang dapat dimainkan atau didengar oleh seseorang atau sekelompok orang. Namun,
guru kadang memandang remeh kontribusi suara, musik, dan kata-kata yang
diucapkan dalam proses pembelajaran. Suara, musik, dan kata-kata dapat
digunakan untuk pengajaran langsung, terutama untuk pengajaran bahasa. Salah
satu contoh program audio, misalnya siaran radio.
d. Video
Video dan televisi merupakan bahan ajar noncetak yang kaya informasi dan lugas
untuk dimanfaatkan dalam program pembelajaran karena dapat sampai ke hadapan
siswa secara langsung. Di samping itu, video menambah suatu dimensi baru
terhadap pembelajaran. Siswa dapat menemukan gambar di bahan ajar cetak dan
suara dari program audio, tetapi video dapat memberikan gambar bergerak kepada
siswa, di samping suara yang menyertainya sehingga siswa merasa, seperti berada
di suatu tempat yang sama dengan program yang ditayangkan video.
e. Bahan
ajar berbasiskan komputer Penggunaan komputer untuk program pembelajaran terus
meningkat akhir-akhir ini. Pemanfaatan komputer untuk program pembelajaran
dapat langsung dioperasikan oleh siswa langsung atau terkoneksi dengan komputer
lain. Sedanbgkan yang termasuk program komputer untuk pembelajaran adalah
berbagai jenis bahan ajar noncetak yang membutuhkan komputer untuk menayangkan
sesuatu untuk belajar. Komputer yang digunakan siswa dalam proses pembelajaran
biasanya berbentuk stand alone atau komputer terminal yang terkait dengan
komputer utama. Jaringan kerja komputer (lokal, nasional atau pun
internasional) dapat memungkinkan siswa untuk akses ke database dari jarak
jauh. Selain itu, memungkinkan mereka juga untuk berkomunikasi dengan pengguna
komputer lainnya dengan menggunakan e-mail atau computer conferencing.
Informasi dalam bentuk kata-kata, suara, gambar dan animasi, sekarang tersedia
untuk siswa dalam bentuk CD-ROM yang dihubungkan dengan personal computer (PC).
Referensi
Sihotang,
Risma, “Mengembangkan Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
(IPS) di SD, Jurnal Kewarganegaraan, Vol 23, Nomor 02 November 2014
Bagus sekali isinya
BalasHapusSangat menginspirasi
BalasHapus